WASPADAILAH PERANGKAP BERIKUT INI (Edisi Senin, 20 November 2017)

WASPADAILAH PERANGKAP BERIKUT INI (Edisi Senin, 20 November 2017)

Category : Artikel, Published by admin, Published at Tuesday, January 30th, 2018


Salam Metamorfosa, Salam Perubahan…

 

Anda tentu bisa menyebut – atau bahkan membuat daftar – produk, perusahaan, ataupun organisasi yang dulu pernah menjadi market leader namun kini menjadi market follower. Bahkan tidak sedikit di antaranya yang dulu pernah berjaya, na-mun kini telah tiada. Salah satu penyebabnya adalah karena mereka masuk ke dalam perangkap kesuksesan (success trap).

 

Saat produk, perusahaan, atau organisasi meraih sukses, biasanya terlena. Seakan-akan mereka tidak punya pesaing yang pantas ditakuti. Padahal, seperti dikatakan Lior Arussy, bagian paling berbahaya dari setiap bisnis adalah kesuksesan. Kesuk-sesan melahirkan kepuasan. Kesuksesan mengubah Anda dari orang yang siap ber-karya menjadi orang yang siap menikmati.

 

Para pembaca yang siap berubah menjadi lebih baik…

 

Dampak lebih lanjut dari sebuah kesuksesan adalah menganggap bahwa kesuksesan hari kemarin bisa diterapkan untuk hari ini dan hari esok. Para peraih sukses akhir-nya enggan untuk membuka jendela untuk melihat apa yang sedang terjadi di luar sana. Sebab mereka merasa nyaman dengan aktivitas yang ada di dalam ruangan. Akibatnya, mereka lamban mengantisipasi perubahan. Baik yang terjadi pada diri konsumen maupun pesaing.

 

Perangkap sukses ternyata bukanlah satu-satunya perangkap. Sebagaimana ditulis Rhenald Kasali dalam buku terbarunya Tomorrow is Today, kompetensi juga bisa menjadi perangkap. Kapan itu terjadi? Saat seorang profesional, pelaku bisnis, atau perusahaan hanya mengandalkan satu kompetensi atau keahlian saja.

 

Pada saat seorang profesional, pelaku bisnis, atau perusahaan masuk dalam pe-rangkap ini, seluruh energi dan perhatian hanya dicurahkan untuk menguatkan satu kompetensi atau keahlian saja. Sehingga ketika tuntutan jaman menghendaki ha-dirnya kompetensi yang lain atau yang berbeda, mereka tidak siap memenuhinya.

 

Bisa dibayangkan bila PT. Pegadaian (Persero) hanya berkutat pada kompetensi in-tinya saja. Demikian pula jika PT. Pos Indonesia (Persero) hanya suntuk ngurusi keahlian intinya saja. Kira-kira apa yang bakal terjadi? Mungkin nasib mereka tidak lebih baik daripada Pabrik Gula dan Perusahaan Pemintal Kapas yang telah lama berguguran satu persatu.

 

Untungnya PT. Pegadaian (Persero) dan PT. Pos Indonesia (Persero) menyadari tun-tutan perubahan jaman. Mereka akhirnya membangun kompetensi lain di luar kom-petensi inti, seperti bisnis perhotelan yang dimasuki oleh PT. Pegadaian (Persero), dan transfer uang elektronik yang dioperasikan PT. Pos Indonesia (Persero).

 

Masih ada lagi satu perangkap yang perlu kita waspadai, yakni perangkap menya-lahkan (blame trap). Perangkap ini sering juga disebut dengan istilah mencari kam-bing hitam. Ketika ada kegagalan atau ketidakcapaian target, penjualan yang me-nurun, maupun masalah-masalah yang lain, maka yang pertama-tama dicari adalah siapa yang harus disalahkan atau yang harus dipojokkan.

Lebih celakanya lagi, yang umumnya disalahkan atau dipojokkan adalah pihak-pihak yang ada di luar sana. Contoh yang paling mudah adalah yang dilakukan oleh sopir-sopir taksi konvensional. Mereka menuduh dan menyalahkan taksi on-line sebagai biang keladi menurunnya pendapatan mereka.

 

Lantas apa yang mesti kita lakukan agar tidak terperangkap pada kesuksesan, kom-petensi, dan mencari kambing hitam? Jawabannya tidak lain, jangan cepat puas, teruslah belajar hal-hal yang baru, dan evaluasilah diri sendiri secara berkala dan berkelanjutan. Siapkah Anda untuk melakukan ketiganya? Keep spirit & change your life.

 

*artikel ini telah dimuat di harian Republika

Sejujurnya Tentang Kami

HDI (Human Development & Investment) Management Centre lahir dari sebuah tekad besar untuk berperan dan terlibat langsung dalam proses perubahan sumber daya manusia Indonesia yang lebih berkarakter, yakni SDM yang memiliki leadership, entrepreneurship, dan spirituality yang handal. Dengan leadership seseorang memiliki kecerdasan mengelola segala urusan. Melalui entrepreneurship seseorang memiliki kecerdasan ekonomi. Sedang dengan spirituality seseorang memiliki kecerdasan hidup.

Visi dan Misi

Menjadi pembangun dan pengembang karakter dan kompetensi SDM Indonesia yang terpercaya dan bersahabat, dalam rangka mewujudkan kemandirian, kesejahteraan, dan kejayaan bangsa

  • Membangun dan mengembangkan kapasitas dan kapabilitas SDM Indonesia yang lebih berkarakter, yakini yang memiliki leadership, entrepreneurship, dan spirituality yang handal
  • Menjalin kemitraan dengan siapa pun dalam upaya membangun dan mengembangkan kapasitas SDM Indonesia yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, bermental kaya dan berkelimpahan, serta memikiki moral dan etika yang tinggi
  • Mendermakan pengetahuan, keterampilan, dan keahlian yang Allah titipkan, semaksimal mungkin selalu berapa di jalan Allah, untuk mewujudkan kualitas perikehidupan manusia yang diberkahi Allah

Berita Terkini

SISI POSITIF SEBUAH GAME (Edisi Senin, 22 Januari 2018) Published at Monday, February 12th, 2018
REPUBLIKA & PESAN-PESAN PERUBAHAN (Edisi Senin, 8 Januari 2018) Published at Monday, February 12th, 2018
CONFLICT Of INTEREST (Edisi Senin, 18 Desember 2017) Published at Tuesday, January 30th, 2018
MENCEGAH KORUPSI, SANGGUPKAH? (Edisi Senin, 11 Desember 2017) Published at Tuesday, January 30th, 2018
FENOMENA 3 S (Edisi Senin, 27 November 2017) Published at Tuesday, January 30th, 2018
MARKET CREATING (Edisi Senin, 13 November 2017) Published at Tuesday, January 30th, 2018

Alamat

HDI Management Centre
Jl. Margo Utomo, Mejing Lor, Ambarketawang, Gamping
Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55294
Email: hdimanagementcentre@gmail.com
Telepon: (0274) 454-6649
HP: 0811-256-368
Fax: (0274) 798-283