SISI POSITIF SEBUAH GAME (Edisi Senin, 22 Januari 2018)

SISI POSITIF SEBUAH GAME (Edisi Senin, 22 Januari 2018)

Category : Artikel, Published by admin, Published at Monday, February 12th, 2018


Salam Metamorfosa, Salam Perubahan…

 

Sudah tak terhitung banyaknya kerisauan orangtua perihal game yang ‘menyihir’ anak-anak mereka disampaikan ke saya. Apalagi saat game sudah begitu mudah diunduh pakai gadget. Sepertinya game menjadi semakin merasuk ke dalam diri anak-anak. Walhasil anak-anak pun menjadi semakin asyik, bahkan kecanduan, me-mainkan game.

 

Tidak ayal lagi game yang sering dipojokkan dan disalahkan. Game dianggap seba-gai biang keladi menurunnya prestasi belajar anak. Game juga sering dipandang se-bagai racun bagi tumbuh kembang anak, karena melalaikan anak untuk melakukan aktivitas lainnya. Sehingga game harus diwasdai dan harus dihindari atau dijauhi.

 

Para pembaca yang siap berubah menjadi lebih baik…

 

Benarkah sebegitu buruk game bagi anak-anak kita? Tidak adakah sisi positif dari sebuah game bagi anak-anak? Kalau memang buruk dampaknya bagi anak, mengapa banyak orangtua justru memberikan game yang ada dalam gadget kepada anak-anak belia mereka hanya biar anak tidak rewel dan tidak mengganggu aktivitas orangtua? Inilah hal yang sebenarnya sangat ironis.

 

Tidak banyak dari kita yang memahami dengan baik bahwa dunia game ternyata memberikan kepada penggunanya apa-apa yang jarang atau bahkan tidak ditemui dan tidak dirasakan di dunia nyata. Apa saja itu?

 

Dari apa yang saya dapatkan di beberapa literatur dan artikel, dapat disimpulkan bahwa game memberikan kepada penggunanya beberapa hal. Pertama, game mem-berikan hiburan bagi penggunanya. Coba Anda perhatikan siapa saja yang sedang memainkan sebuah game, apakah itu anak-anak atau orang dewasa. Adakah di an-tara mereka yang berwajah muram dan sedih? Hampir pasti tidak ada. Mereka jus-tru bisa tersenyum, tertawa, bahkan terbahak-bahak.

 

Kedua, dunia game kaya akan apresiasi dan nihil dengan hukuman dan caci maki. Seperti yang saya rangkum dari bukunya Renald Kasali ‘Strawberry Generation’. Ketika anak kita bergabung dalam suatu game, mereka langsung disambut dengan ucapan selamat datang. Kemudian anak kita debriefing dengan jelas apa saja yang mesti mereka lakukan.

 

Ketika anak-anak kita berhasil menaklukkan musuh-musuh yang ada, mereka lang-sung dielu-elukan bak pahlawan. Namun saat maereka gagal, mereka juga tidak dihukum atau dicaci maki. Semangat mereka justru terus dibangkitkan dengan diminta untuk terus mencoba dan mencoba lagi sampai berhasil. Di sinilah anak ki-ta merasa dirinya bermakna dan eksis, sehingga menerima sebuah game sebagai-mana seorang sahabat.

 

Sedang yang ketiga, game merangsang penggunanya untuk berpetualang dalam imajinasi yang luar biasa. Berbeda dengan aneka mata pelajaran maupun aneka aturan main yang ada di rumah dan sekolah. Oleh kebanyakan anak, semua itu dianggap serba kaku, membatasi, dan membelenggu. Sehingga membosankan.

Tentang sejauh mana arti penting sebuah imajinasi, Anda bisa menyimak apa yang pernah diucapkan oleh Albert Einstein. “Imajinasi lebih berharga daripada ilmu pe-ngetahuan. Logika akan membawa Anda dari A ke B. Namun imajinasi akan memba-wa Anda kemana-mana.”

 

Nah, sebelum kita terlanjur benci atau bahkan mengharamkan game, perlu kiranya untuk berpikir lebih jernih dan selektif. Seperti kapan saatnya anak-anak mengenal game dan memainkan game dengan benar. Lalu game seperti apa yang layak untuk dikenali dan dimainkan anak-anak kita. Sehingga pada akhirnya anak-anak kita bisa mengambil manfaat positif dari sebuah game. Bukankah ini lebih bijak bagi kita, para orangtua jaman now? Keep spirit & change your life.

 

*artikel ini telah dimuat di harian Republika

Sejujurnya Tentang Kami

HDI (Human Development & Investment) Management Centre lahir dari sebuah tekad besar untuk berperan dan terlibat langsung dalam proses perubahan sumber daya manusia Indonesia yang lebih berkarakter, yakni SDM yang memiliki leadership, entrepreneurship, dan spirituality yang handal. Dengan leadership seseorang memiliki kecerdasan mengelola segala urusan. Melalui entrepreneurship seseorang memiliki kecerdasan ekonomi. Sedang dengan spirituality seseorang memiliki kecerdasan hidup.

Visi dan Misi

Menjadi pembangun dan pengembang karakter dan kompetensi SDM Indonesia yang terpercaya dan bersahabat, dalam rangka mewujudkan kemandirian, kesejahteraan, dan kejayaan bangsa

  • Membangun dan mengembangkan kapasitas dan kapabilitas SDM Indonesia yang lebih berkarakter, yakini yang memiliki leadership, entrepreneurship, dan spirituality yang handal
  • Menjalin kemitraan dengan siapa pun dalam upaya membangun dan mengembangkan kapasitas SDM Indonesia yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, bermental kaya dan berkelimpahan, serta memikiki moral dan etika yang tinggi
  • Mendermakan pengetahuan, keterampilan, dan keahlian yang Allah titipkan, semaksimal mungkin selalu berapa di jalan Allah, untuk mewujudkan kualitas perikehidupan manusia yang diberkahi Allah

Berita Terkini

SISI POSITIF SEBUAH GAME (Edisi Senin, 22 Januari 2018) Published at Monday, February 12th, 2018
REPUBLIKA & PESAN-PESAN PERUBAHAN (Edisi Senin, 8 Januari 2018) Published at Monday, February 12th, 2018
CONFLICT Of INTEREST (Edisi Senin, 18 Desember 2017) Published at Tuesday, January 30th, 2018
MENCEGAH KORUPSI, SANGGUPKAH? (Edisi Senin, 11 Desember 2017) Published at Tuesday, January 30th, 2018
FENOMENA 3 S (Edisi Senin, 27 November 2017) Published at Tuesday, January 30th, 2018
MARKET CREATING (Edisi Senin, 13 November 2017) Published at Tuesday, January 30th, 2018

Alamat

HDI Management Centre
Jl. Margo Utomo, Mejing Lor, Ambarketawang, Gamping
Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55294
Email: hdimanagementcentre@gmail.com
Telepon: (0274) 454-6649
HP: 0811-256-368
Fax: (0274) 798-283